Selasa, 13 Maret 2018

MAHASISWA KPM, KETUA STAIN SEBUT 5 SYARAT MENJADI SDM PRODUKTIF

Posted by STAIN GAJAH PUTIH 20.35, under |


BERI PEMBEKALAN MAHASISWA KPM
KETUA STAIN SEBUT 5 SYARAT MENJADI SDM PRODUKTIF


TAKENGON (STAINGPA) – Ketua STAIN Gajah Putih Takengon, Dr. Zulkarnain, M.Ag, menyinggung soal syarat menjadi sumber daya manusia (SDM) yang produktif di hadapan ratusan mahasiswa peserta kuliah pengabdian masyarakat (KPM), pada Selasa (13/03/2018) di Gedung Olah Seni Takengon.
Hal itu disampaikan Ketua saat membuka sekaligus memberi materi pembekalan mahasiswa KPM yang mengusung tema Optimalisasi KPM dalam Penguatan Kapasitas Kelembagaan, Keagamaan dan Kemasyarakatan untuk mewujudkan SDM yang Produktif.
Menurutnya, saat ini banyak terdapat SDM potensial namun belum produktif. Hal ini dikarenakan mereka belum mampu mengelola potensinya sehingga bisa memberi manfaat bagi orang lain.
“Hari ini banyak SDM potensial tapi belum produktif, SDM potensial mulai dari kandungan sampai SMA, ketika masuk perguruan tinggi itu diolah menjadi SDM produktif,” papar Dr. Zulkarnain.
Untuk menjadi SDM produktif, doktor filsafat itu menguraikan 5 syarat yang harus memiliki.
Pertama, menurutnya adalah formulasi tujuan hidup secara jelas. Karenanya, mahasiswa harus memahami tujuan yang jelas dari KPM agar nantinya bisa menjadi mahasiswa yang produktif selama menjalani proses perkuliahan semster akhir itu.
Kedua, dijelaskannya harus ada upaya maksimal untuk mencapai tujuan. “Sukses itu, sukses KPM, sukses bimbingan, harus ada upaya yang ditempuh untuk mencapainya,” jelasnya.
Ketiga, harus berani bersinergi dengan perubahan. Saat ini, menurut ketua, manusia berada di tengah perubahan yang drastis dalam hitungan detik, di mana sekitar 13 juta informasi berkeliaran setiap harinya. Ia pun meminta mahasiswa untuk menyikapi kecanggihan untuk mewujudkan SDM yang produktif.
Keempat, berani melakukan inovasi. Pasalnya, ketua menjelaskan bahwa semua perubahan seiring dengan adanya inovasi.
Syarat terakhir, lanjutnya, berupaya memberikan alternatif solusi pada persoalan yang dialami masyarakat.
“Alternatif solusi yang dihadirkan oleh kita yang menimbulkan kemaslahatan itulah khalifah fil ardh, bisa saja solusi alternatif itu datang dari mahasiswa, bisa saja dari dosen, untuk memecahkan permasalahan kehidupan sosial,” tuntasnya.