Minggu, 10 Desember 2017

STAIN GAJAH PUTIH TAKENGON, STAIN RASA IAIN

Posted by STAIN GAJAH PUTIH 00.16, under |

DRS. SYAFRIANSYAH, MBA: “STAIN GAJAH PUTIH TAKENGON, STAIN RASA IAIN”

Kegiatan FGD Manajemen Pengelolaan SBSN dan BMN Tahun Anggaran 2017 & 2018
STAIN Gajah Putih Takengon di Pantan Terong  (8/12/2017)

TAKENGON (STAINGPA)- Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Gajah Putih Takengon terus melakukan upaya peningkatan kualitas diri untuk bertransformasi menjadi IAIN. Jumat (8/12/2017) pagi, STAIN Gajah Putih menggelar forum diskusi (FGD) terkait manajemen pengelolaan SBSN dan BMN tahun anggaran 2017. Acara ini dilaksanakan di lokasi yang memiliki ketinggian lebih dari 1.350 meter di atas permukaan laut, Pantan Terong. Diskusi itu menghadirkan Kasubdit Sarpras dan Kemahasiswaan Kementerian Agama RI, Drs. Syafriansyah, MBA dan Pelaksana Subdit Sarpras, Satya Muharamman, S. Sos., MA sebagai narasumber.
Dalam kesempatan tersebut, Dr. Zulkarnanin, M.Ag, Ketua STAIN Gajah Putih Takengon menyampaikan bahwa sebagai penerima dana bantuan pembangunan dengan skema pembiayaan melalui Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) terbesar di Aceh, kampusnya telah berupaya secara maksimal mengelola dana tersebut untuk memenuhi standar sarana dan prasarana perguruan tinggi. Untuk mengelola dana 30 Miliyar lebih pada tahun anggaran 2017, STAIN Gajah Putih memiliki tim khusus dan SBSN corner.

Ketua berharap agar dana SBSN itu terus berkelanjutan diperoleh STAIN Gajah Putih sehingga kampusnya menjadi salah satu PTKIN yang diperhitungkan terutama di Aceh. Dia pun membeberkan rencana pembangunan kampus masa mendatang dengan dana tersebut.
Untuk tahun 2017, Dr. Zulkarnain, M.Ag menyampaikan bahwa sesuai komitmen pelaksana dan pengawas, pembangunan sejumlah ruang kuliah itu akan rampung pada akhir Desember.  "Tahun 2018 mahasiswa baru kuliahnya sudah di sana, kita menargetkan 800 mahasiswa baru",  disampaikannya dengan nada optimis.

Pada tahun 2018, menurutnya dengan dana bantuan SBSN akan dibangun auditorium dan ruang kuliah, tahun 2019 membangun ruang kuliah dan gedung UKM, kemudian tahun 2020 membangun gedung UPT dan perpustakaan.
"Yang paling mendesak pembangunan ruang kuliah, gedung unit kegiatan mahasiswa (UKM), sistem teknologi informasi (STI), laboratorium bahasa dan studio, serta perpustakaan ", tegasnya.

Di hadapan narasumber, Ketua STAIN juga menceritakan sejumlah upaya yang dilakukannya untuk memenuhi standar sarpras di kampus negeri dataran tinggi gayo itu. Menurutnya, ia telah mengusulkan pembangunan rusunawa, masjid, fasilitas olahraga dan prasarana lainnya dengan berbagai kewenangan dan jaringan yang ia miliki. “Usaha ini sebagai bagian dari upaya memenuhi standar prasarana kampus”, tuturnya (8/12/2017).

Menanggapi hal itu, Drs. Syafriansyah, MBA mengapresiasi semangat Ketua STAIN melakukan upaya transformasi lembaganya dari STAIN menjadi IAIN.
“STAIN Takengon itu, STAIN rasa IAIN. Insya Allah April atau Desember 2018 STAIN Gajah Putih sudah jadi IAIN”, timpalnya.

Kasubdit juga mengapresiasi proses pembangunan yang dilakukan STAIN Takengon dengan pembiayaan dana bantuan SBSN. "Untuk serapan anggaran SBSN, STAIN Takengon mencapai 67,9 persen berada pada peringkat ke-12 dari 32 PTKIN yang memperoleh SBSN. Pembangunan STAIN Takengon selalu saya beri komentar bagus, kami senang dengan landscape yang indah dan konsep (pembangunan) yang diajukan. Khusus Takengon, kita apresiasi pembangunan fisik dengan kualifikasi dosen paralel", tambahnya.

Didampingi Pelaksana Subdit Sarpras, Satya Muharamman, S. Sos., MA, Kasubdit menyampaikan pesan agar PTKIN pengelola dana SBSN dapat mengoptimalkan waktu yang tersisa pada tahun anggaran 2017 untuk menyelesaikan pembangunan sesuai rencana.
"Pola pembangunan dengan dana SBSN ini menggunakan pola single year untuk menghindari bangunan mangkrak, saya minta setiap Jumat semua perguruan tinggi mengirim foto (progres pembangunan) untuk mengevaluasi", tambahnya lagi.

Di penghujung penyampainnya, Kasubdit kembali memberikan apresiasi kepada tim SBSN STAIN Gajah Putih Takengon sembari berpesan agar memahami tantangan sebagai sebuah dinamika guna menjaga semangat membangun kampus. (Humas)