Kamis, 21 Desember 2017

STAIN GAJAH PUTIH TAKENGON BERDUKA

Posted by STAIN GAJAH PUTIH 18.20, under |

STAIN GAJAH PUTIH TAKENGON BERDUKA ATAS WAFATNYA
DEWAN PENYANTUN DR.H.MAHMUD IBRAHIM, MA
 Dr. H. Mahmud Ibrahim, MA, Dewan Penyantun Sekaligus Dosen STAIN Gajah Putih Takengon

TAKENGON(STAINGPA)- Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Gajah Putih Takengon tengah berduka atas berpulangnya dewan penyantun sekaligus dosen, Dr. H. Mahmud Ibrahim, MA, menghadap Sang Khaliq pada Kamis 21 Desember 2017.
Menurut kerabat almarhum, Ihsan Harun, almarhum berpulang sekira pukul 14.45 Wib dikediamannya, Kampung Merah Mesra, Kecamatan Lut Tawar, Aceh Tengah.
Saat ini jenazah almarhum disemayamkan di rumah duka dan akan dikebumikan besok (22/12/2107) usai Salat Jumat. Rencananya, almarhum akan disalatkan di Masjid Agung Ruhama Takengon dan Masjid Quba Bebesen.
Kepergian Dr. H. Mahmud Ibrahim, MA meninggalkan duka mendalam bagi warga kampus STAIN Gajah Putih Takengon. Pasalnya, sosok ulama dan sejarawan Gayo ini merupakan salah satu tokoh pendiri Yayasan Gajah Putih yang hingga akhir hayatnya masih memberikan kontribusi bagi kemajuan STAIN Gajah Putih Takengon.
Terakhir, Senin (18/12/2017) almarhum masih sempat ikut rapat pimpinan terkait PMA No. 16 Tahun 2012 tentang Organisasi dan Tata Kerja Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri Gajah Putih Takengon.
“Beliau berpesan agar STAIN Gajah Putih Takengon terus berbenah diri mengikuti perkembangan dan tuntutan demi kemajuan lembaga”, kenang Ramdansyah Fitrah M.Si, Ketua Jurusan Syariah STAIN Gajah Putih Takengon, Kamis (21/12/2017).
Dalam kenangan lembaga, almarhum Dr. H. Mahmud Ibrahim, MA merupakan sosok Dewan Penyantun yang kerap menunjukkan rasa bahagianya dengan perkembangan kampus saat ini.
Seperti diketahui, kampus berlogo gajah putih ini adalah perguruan tinggi yang dirintisnya bersama dewan penyantun lain semasa beliau menjabat sebagai Sekda Kabupaten Aceh Tengah pada tahun 1980-an.
“Selamat generasiku, jangan lebih bodoh dari kami, itu baru namanya pembangunan”, begitu pesan beliau dalam acara Peringatan Maulid Nabi yang digelar STAIN Gajah Putih pada 30 November 2017di Aula Biro.

Suasana Duka di Kediaman Almarhum, Kampung Merah Mesra, Kecamatan Lut Tawar, Aceh Tengah, Kamis (21/12/2017).
 Duka mendalam tidak terkecuali juga dirasakan oleh Ketua STAIN Gajah Putih Takengon, Dr. Zulkarnain, M.Ag.
Melalui pesan WhatssApp kepada humas, Ketua STAIN yang saat ini tengah dinas luar, menyampaikan rasa duka cita yang dalam atas kepergian sosok yang meraih gelar doktor di usia 86 tahun itu.
Dalam pandangan Ketua STAIN, almarhum  adalah sosok ulama yang sangat peduli dengan kemajuan pendidikan di Aceh.
“Beliau ulama kharismatik, guru penuh keteladanan, sangat peduli untuk memajukan pendidikan di Aceh. Masyarakat dan civitas STAIN Gajah Putih sangat merasakan duka yang mendalam karena kepergian orang tua yang selalu memberi perhatian serius terhadap kami di Kampus”, ucap Dr. Zulkarnain, M.Ag.
Dalam pesan tersebut, Ketua juga menyampaikan seuntai doa mewakili rasa dukanya.
“Amal baiknya pasti membawanya ke syurga, karya nyatanya menjadi amal jariyah pahalanya terus mengalir kepada beliau, Ya Allah, kuatkan kami menghadapi ujian ini, Engkau telah memanggil makhluk Mu yang kami cintai, serta hadirkan kualitas pribadi penggantinya di sekitar kami, ulama yang penuh perhatian pada syari’at mu, sebagaimana yang telah ia ajarkan kepada kami”, tambahnya.


Di Pemerintahan, terakhir almarhum menjabat sebagai Kepala Baitul Mal, Aceh Tengah.  Segenap Civitas Akademika STAIN Gajah Putih Takengon turut berduka sedalam-dalamnya, semoga amal ibadah almarhum diterima disisi Allah SWT dan keluarga yang ditinggalkan senantiasa diberi kesabaran. (Humas)