Selasa, 12 Desember 2017

BUPATI ACEH TENGAH SAMBANGI LOKASI PEMBANGUNAN KAMPUS BARU

Posted by STAIN GAJAH PUTIH 23.02, under |

BUPATI ACEH TENGAH SAMBANGI LOKASI PEMBANGUNAN
KAMPUS BARU STAIN GAJAH PUTIH

TAKENGON (STAINGPA)- Setelah kunjungan Kasubdit Sarpras dan Kemahasiswaan Kemenag RI pada Jumat (8/12/2017), kini giliran Bupati Aceh Tengah, Ir. Nasaruddin MM, meninjau langsung lokasi pembangunan kampus baru STAIN Gajah Putih Takengon di Kampung Mulie Jadi Kecamatan Silih Nara.
Setiba di lokasi Selasa (12/12/2017) pagi Bupati Aceh Tengah beserta rombongan disambut langsung Ketua STAIN Gajah Putih Takengon Dr. Zulkarnain, M.Ag. dan dilanjutkan dengan berjalan mengelilingi sejumlah ruang yang pembangunannya tengah proses penyelesaian tersebut.
Usai berkeliling, Ir. Nasaruddin, MM, yang juga ketua dewan penyantun STAIN Gajah Putih Takengon itu menyampaikan apresiasinya terhadap gedung tersebut kepada awak humas.
“Dari hasil kunjungan lapangan kita, kita merasa puas karena yang pertama kita lihat adalah kemajuannya, progresnya, mudah-mudahan dalam waktu masih ada beberapa hari ini bisa diselesaikan oleh pelaksana. Yang kedua dari segi kualitas, kualitas kerja memuaskan bukan hanya dari segi material tapi juga dari segi pekerjaannya”, terangnya di depan bangunan megah hampir rampung tersebut (12/12).
Dia juga menyampaikan dukungannya sebagai pemerintah daerah untuk alih status kelembagaan STAIN Gajah Putih Takengon menjadi IAIN. Di antara dukungan pemerintah menurutnya adalah penyediaan lahan pembangunan seluas 106 Ha termasuk untuk pembangunan Universitas Gajah Putih.
Menanggapi soal lokasi lahan yang saat ini berada di luar kota, Bupati Aceh Tengah itu mengumpamakan Kampus Darussalam UIN Ar-Raniry Banda Aceh yang dulu jauh dari pusat kota namun kini menjadi sentra pembangunan kota itu sendiri.
“Memang di mana-mana kalau kampus yang baru itu kalau di luar kota kesan yang pertama adalah terlalu jauh tapi setelah berfungsi dan berkembang sekarang sudah menyatu dengan kota. Ini pun seperti itu apalagi ini lebih dekat dgn pemukiman penduduk pusat pemerintahan kecamtan silih nara”, katanya.
Tak berhenti sampai di situ, pihaknya langsung menghadirkan Bappeda dan Dinas PU agar memperhatikan pembangunan jalan guna kemudahan akses menuju lokasi pembangunan tersebut.
“Tinggal kita akan memperbanyak akses dari berbagai penjuru dan tenpat ini sangat memungkinkan untuk dimanfaatkan mahasiswa yang berasal dari luar Aceh Tengah, kalau seperti ke Bener Meriah memang kita punya akses melalui Kecamatan Ketol dan itu tinggal pelebaran jalan saja, yang kedua ke Nagan Raya itu dekat sekali dan sekarang juga dalam proses penembusan jalan dari Pamar ke Pidie jadi ini nanti menjadi semodel sentra kemana saja mudah dari sini”, tambah Bupati.

Secara bersamaan, Dr. Zulkarnain, M.Ag., kembali menegaskan bahwa pembangunan gedung baru tersebut rampung tahun ini,  dan kita sudah menyampaikan kepada BAPPENAS kalau akan dimanfaatkan oleh mahasiswa baru pada tahun 2018.
Ketua STAIN Gajah Putih dan pemerintah daerah mengaku secara bersama-sama sudah pernah mengusulkan pembangunan asrama mahasiswa (rusunawa) kepadakementerian terkait dan telah mendapat dukungan dari anggota DPR RI asal Aceh di pusat.
“Rusunawa ini nantinya akan kita jadikan sebagai ma’had atau pesantren kampus, mahasiswa baru nanti setahun akan ada disitu untuk belajar pendalaman spiritual, pendalaman kepemimpinan, pendalaman bahasa asing, pendalaman manajerial dan lain sebagainya”, ujar Ketua STAIN, Selasa (12/12).

Menurut Ketua STAIN, pemanfaatan gedung baru itu sebagai kampus pusat akan dilakukan secara bertahap. Sementara kampus yang ada di pusat kota saat ini akan dimaksimalkan untuk program pascasarjana.
“Secara bertahap, insya allah kampus Yos Sudarso akan kita maksimalkan untuk program strata dua, dan kita targetkan 2022 ada program strata tiga”, ditambahkan Ketua STAIN.
“Sekali lagi kami berterimakasih kepada para stakeholder, kepada para ulama,kepada umara, kepada masyarakat, kepada generasi umuda terutamaSDM potensial kita yang ada di sekolah menengah atas ini adalah bagian fasilitas yang bisa mereka nikmati di masa yang akan datang”, tutupnya.
Turut hadir pada kegiatan itu segenap jajaran pimpinan dan staf pemerintahan daerah Aceh Tengah, sementara dari STAIN Gajah Putih hadir anggota dewan penyantun Drs. Arifin Banta Cut Wakil Ketua Bidang Administrasi dan SDM, Maulida, ME.d., Kabag AAKU, Wirda Novita SE, Kasubbag Perencanaan Sayuti, MA, dan tim SBSN. (Humas)