Senin, 20 November 2017

MOU DENGAN KEMENTERIAN DALAM NEGERI

Posted by STAIN GAJAH PUTIH 15.59, under |


KUATKAN IDEOLOGI PANCASILA, STAIN GAJAH PUTIH TAKENGON TANDATANGANI NOTA KESEPAHAMAN DENGAN KEMENTERIAN DALAM NEGERI


Ketua STAIN Gajah Putih Takengon tengah menandatangani Surat Kerjasama dan MoU 
denganKementerian dalam Negeri. (Foto: Istimewa)

Jatinangor (STAINGPA). Ketua STAIN Gajah Putih Takengon menandatangani Nota Kesepahaman atau MoU dengan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) tentang kerjasama dalam Penguatan Ideologi Pancasila, Wawasan Kebangsaan, Bela Negara dan Revolusi Mental. Penandatanganan tersebut belangsung di tengah-tengah acara seminar Nasional Penguatan Ideologi Pancasila yang diselenggarakan Kementerian Agama RI hari ini di Hotel Puri Khatulistiwa, Bandung Jawa Barat.
Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo seperti dilansir media online, memandang bahwa masalah penguatan pancasila memerlukan peran perguruan tinggi. Kami ingin mahasiswa, dan mahasiswa yang KKN kemudian lembaga-lembaga studi riset di perguruan tinggi, berhubungan dengan pihak-pihak ketiga demi mampu membumikan Pancasila, menjelaskan dengan benar, kemudian menjabarkan apa yang namanya wawasan kebangsaan. Perguruan tinggi dengan mahasiswa sebagai elemennya mampu membangun pola pikir yang komprehensif, paparnya.


Hal senada juga disampaikan Ketua STAIN Gajah Putih Takengon, Dr. Zulkarnain, M.Ag. Menurutnya, merupakan tugas akademisi untuk selalu mencari solusi konstruktif mewujudkan masyarakat yang  bersatu dalam kemajemukan bangsa dan merealisasikan Pancasila dalam kehidupan masyarakat.
“Tugas cendikia-akademisi adalah selalu mencari solusi konstruktif mewujudkan masyarakat berkemajuan dan berkeadaban. Bersatu dalam kemajemukan bangsa merealisasikan Pancasila dalam kehidupan masyarakat Indonesia Raya, ungkapnya melalui pesan WhatsApp Senin Pagi (20/11/2017).
Ditambahkan Ketua STAIN, nota kesepahaman tersebut dibangun dalam rangka memperkuat pancasila sebagai ideologi negara. MoU ini kita memperkuat Pancasila sebagai ideologi negara Indonesia, serta memperkuat pilar-pilar berbangsa.

Ia juga menyampaikan bahwa masyarakat kampus harus memiliki kesadaran dalam menjalankan konstitusi sebagai bagian dari pilar berbangsa.  “Masyarakat akademis harus berupaya tampil sebagai bagian masyarakat yang berkesadaran kuat dalam berkonstitusi, tutupnya.
Penandatanganan MoU tersebut dihadiri sejumlah pejabat dari Kementerian Dalam Negeri, dan menjadi keistimewaan hadir pula Menteri Agama Lukman Hakim Saefuddin memberikan arahan kepada sejumlah rektor dan ketua PTKIN/PKIS se-Indonesia. (Humas)