Rabu, 13 April 2016

PENERIMAAN MAHASISWA BARU TA. 2017/2018

Posted by STAIN GAJAH PUTIH 11.49, under |

PENERIMAAN MAHASISWA BARU TA. 2017/2018


Peraturan penerimaan mahasiswa mahasiswa baru merujuk pada Peraturan Pemerintah Nomor 17 tahun 2010 tentang Pengelolaan dan Penyelenggaraan Pendidikan yang mengatur bahwa calon mahasiswa adalah yang sudah lulus pendidikan satu tingkat di bawahnya serta lulus seleksi penerimaan mahasiswa baru yang diselenggarakan masing-masing satuan pendidikan dan Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 34 Tahun 2010 tentang Pola Penerimaan Mahasiswa Baru Program Sarjana Strata Satu (S1) pada Perguruan Tinggi, pola penerimaan mahasiswa baru program sarjana pada perguruan tinggi melalui pola seleksi secara nasional dilakukan oleh seluruh perguruan tinggi secara bersama untuk diikuti oleh calon mahasiswa dari seluruh Indonesia.

Negara Indonesia merupakan Negara yang berkedudukan dan beragama Islam terbesar di dunia. Hal tersebut selalu dikaitkan dengan harapan akan bangkitnya Islam di Negara ini. Fakta kuantitatif ini perlu didukung oleh sikap optimis dari para stakeholders di bidang pendidikan Islam di lingkungan Kementerian Agama Islam Negeri (PTKIN) yang tersebar di seluruh Indonesia. Tradisi ilmiah/intelektual tersebut dapat tumbuh secara baik jika terpenuhi syarat peningkatan tata kelola Perguruan Tinggi sebagaimna dicanangkan oleh HELT’S 2003-2011.
Penyelenggaraan seleksi calon mahasiswa baru secara bersama memberikan keuntungan bagi calon mahasiswa baru dan bagi masing-masing PTKIN. Pertama, bagi peserta calon mahasiswa baru sangat efesien, murah dan fleksibel. Efesien karena dapat memilih program studi di PTKIN lintas wilayah. Murah karena calon mahasiswa baru tidak perlu melakukan perjalanan antar daerah. Fleksibel karena dapat memilih lebih dari satu program studi dan lintas PTKIN di daerah manapun. Kedua, bagi masing-masing PTKIN, calon mahasiswa baru dapat berasal dari seluruh daerah di Indonesia, sehingga kualitas calon mahasiswa baru yang terjaring sangat tinggi tingkat keketatan dan batas lulusnya. Ketiga, masing-masing PTKIN tidak perlu membuat bank soal sendiri termasuk system pengolahan data hasil ujian, karena telah disiapkan oleh panitia pelaksana. Keempat adanya benchmarch antar PTKIN, karena seleksi calon mahasiswa baru dilakukan dengan sistem dan standar yang sama. Dengan demikian, para pengambil kebijakan dapat melakukan monitoring dan evaluasi terhadap semua PTKIN berdasarkan benchmarch tersebut.